This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, November 3, 2026

Kapolda Metro Jaya Kunjungi SMAN 82 Jakarta dalam Program Polisi Peduli Pendidikan, Ajak Siswa Tingkatkan Wawasan dan Kemampuan Komunikasi

Kapolda Metro Jaya Kunjungi SMAN 82 Jakarta dalam Program Polisi Peduli Pendidikan, Ajak Siswa Tingkatkan Wawasan dan Kemampuan Komunikasi

Jakarta Selatan – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., melaksanakan kunjungan dinas ke SMA Negeri 82 Jakarta dalam rangka kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMAN 82 Jakarta, Jalan Daha II No. 15, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus komunikasi langsung antara kepolisian dengan para pelajar.
Kedatangan Kapolda Metro Jaya disambut oleh Kepala SMAN 82 Jakarta, Dr. Istiqomah, M.Si., beserta jajaran guru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dir PPA Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo, S.I.K., M.H., Dir Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol. H.Y. Arief Satriyo, S.I.K., Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.H., Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, S.Sos., S.I.K., M.Sc., M.T., serta sejumlah pejabat kepolisian lainnya. [embed]https://www.youtube.com/shorts/e71siiAiVFI[/embed]
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya berinteraksi langsung dengan para siswa melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan untuk mendorong para pelajar berpikir kritis, memperluas wawasan, serta memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Salah satu pembahasan yang disampaikan berkaitan dengan perubahan suhu dan cuaca panas. Kapolda mengajak para siswa memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi iklim dan lingkungan, sehingga generasi muda memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Selain itu, Kapolda Metro Jaya juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan, tetapi juga membutuhkan kemampuan mendengarkan, memahami informasi, serta memperhatikan respons dan bahasa tubuh lawan bicara. Kapolda turut mengajak para siswa untuk lebih cermat dalam menerima dan mengolah informasi dari berbagai saluran komunikasi, baik media sosial, aplikasi pesan, media elektronik maupun media massa. Setiap informasi perlu ditelaah terlebih dahulu agar para pelajar mampu membedakan fakta dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Dalam arahannya, Kapolda Metro Jaya juga menjelaskan alasan kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mendidik, membimbing, serta menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polri berupaya membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelajar agar tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas, berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama para siswa, kemudian Kapolda Metro Jaya melakukan perbincangan dengan Kepala SMAN 82 Jakarta di ruang kepala sekolah. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelajar, dalam kegiatan tersebut juga diberikan 10 bingkisan kepada siswa-siswi SMAN 82 Jakarta. Adapun jumlah siswa di sekolah tersebut tercatat sebanyak 640 orang. Kegiatan kunjungan dinas dan Polisi Peduli Pendidikan berakhir pada pukul 08.14 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres Metro Jakarta Selatan bersama jajaran Polda Metro Jaya terus memperkuat sinergi dengan lingkungan pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
https://detik.in/2026/11/04/kapolda-metro-jaya-kunjungi-sman-82-jakarta-dalam-program-polisi-peduli-pendidikan-ajak-siswa-tingkatkan-wawasan-dan-kemampuan-komunikasi/?feed_id=253519&_unique_id=6aeaad2d0c0d7

Kapolda Metro Jaya Kunjungi SMAN 82 Jakarta dalam Program Polisi Peduli Pendidikan, Ajak Siswa Tingkatkan Wawasan dan Kemampuan Komunikasi

Kapolda Metro Jaya Kunjungi SMAN 82 Jakarta dalam Program Polisi Peduli Pendidikan, Ajak Siswa Tingkatkan Wawasan dan Kemampuan Komunikasi

Jakarta Selatan – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., melaksanakan kunjungan dinas ke SMA Negeri 82 Jakarta dalam rangka kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMAN 82 Jakarta, Jalan Daha II No. 15, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus komunikasi langsung antara kepolisian dengan para pelajar.
Kedatangan Kapolda Metro Jaya disambut oleh Kepala SMAN 82 Jakarta, Dr. Istiqomah, M.Si., beserta jajaran guru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dir PPA Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo, S.I.K., M.H., Dir Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol. H.Y. Arief Satriyo, S.I.K., Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.H., Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, S.Sos., S.I.K., M.Sc., M.T., serta sejumlah pejabat kepolisian lainnya. [embed]https://www.youtube.com/shorts/e71siiAiVFI[/embed]
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya berinteraksi langsung dengan para siswa melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan untuk mendorong para pelajar berpikir kritis, memperluas wawasan, serta memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Salah satu pembahasan yang disampaikan berkaitan dengan perubahan suhu dan cuaca panas. Kapolda mengajak para siswa memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi iklim dan lingkungan, sehingga generasi muda memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Selain itu, Kapolda Metro Jaya juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan, tetapi juga membutuhkan kemampuan mendengarkan, memahami informasi, serta memperhatikan respons dan bahasa tubuh lawan bicara. Kapolda turut mengajak para siswa untuk lebih cermat dalam menerima dan mengolah informasi dari berbagai saluran komunikasi, baik media sosial, aplikasi pesan, media elektronik maupun media massa. Setiap informasi perlu ditelaah terlebih dahulu agar para pelajar mampu membedakan fakta dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Dalam arahannya, Kapolda Metro Jaya juga menjelaskan alasan kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mendidik, membimbing, serta menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polri berupaya membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelajar agar tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas, berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama para siswa, kemudian Kapolda Metro Jaya melakukan perbincangan dengan Kepala SMAN 82 Jakarta di ruang kepala sekolah. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelajar, dalam kegiatan tersebut juga diberikan 10 bingkisan kepada siswa-siswi SMAN 82 Jakarta. Adapun jumlah siswa di sekolah tersebut tercatat sebanyak 640 orang. Kegiatan kunjungan dinas dan Polisi Peduli Pendidikan berakhir pada pukul 08.14 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres Metro Jakarta Selatan bersama jajaran Polda Metro Jaya terus memperkuat sinergi dengan lingkungan pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
https://halodunia.net/kapolda-metro-jaya-kunjungi-sman-82-jakarta-dalam-program-polisi-peduli-pendidikan-ajak-siswa-tingkatkan-wawasan-dan-kemampuan-komunikasi-3/?feed_id=468414&_unique_id=6aea959a0618c

Kapolda Metro Jaya Kunjungi SMAN 82 Jakarta dalam Program Polisi Peduli Pendidikan, Ajak Siswa Tingkatkan Wawasan dan Kemampuan Komunikasi

Kapolda Metro Jaya Kunjungi SMAN 82 Jakarta dalam Program Polisi Peduli Pendidikan, Ajak Siswa Tingkatkan Wawasan dan Kemampuan Komunikasi

Jakarta Selatan – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., melaksanakan kunjungan dinas ke SMA Negeri 82 Jakarta dalam rangka kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMAN 82 Jakarta, Jalan Daha II No. 15, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus komunikasi langsung antara kepolisian dengan para pelajar.
Kedatangan Kapolda Metro Jaya disambut oleh Kepala SMAN 82 Jakarta, Dr. Istiqomah, M.Si., beserta jajaran guru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dir PPA Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo, S.I.K., M.H., Dir Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol. H.Y. Arief Satriyo, S.I.K., Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.H., Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, S.Sos., S.I.K., M.Sc., M.T., serta sejumlah pejabat kepolisian lainnya. [embed]https://www.youtube.com/shorts/e71siiAiVFI[/embed]
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya berinteraksi langsung dengan para siswa melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan untuk mendorong para pelajar berpikir kritis, memperluas wawasan, serta memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Salah satu pembahasan yang disampaikan berkaitan dengan perubahan suhu dan cuaca panas. Kapolda mengajak para siswa memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi iklim dan lingkungan, sehingga generasi muda memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Selain itu, Kapolda Metro Jaya juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan, tetapi juga membutuhkan kemampuan mendengarkan, memahami informasi, serta memperhatikan respons dan bahasa tubuh lawan bicara. Kapolda turut mengajak para siswa untuk lebih cermat dalam menerima dan mengolah informasi dari berbagai saluran komunikasi, baik media sosial, aplikasi pesan, media elektronik maupun media massa. Setiap informasi perlu ditelaah terlebih dahulu agar para pelajar mampu membedakan fakta dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Dalam arahannya, Kapolda Metro Jaya juga menjelaskan alasan kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mendidik, membimbing, serta menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polri berupaya membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelajar agar tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas, berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama para siswa, kemudian Kapolda Metro Jaya melakukan perbincangan dengan Kepala SMAN 82 Jakarta di ruang kepala sekolah. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelajar, dalam kegiatan tersebut juga diberikan 10 bingkisan kepada siswa-siswi SMAN 82 Jakarta. Adapun jumlah siswa di sekolah tersebut tercatat sebanyak 640 orang. Kegiatan kunjungan dinas dan Polisi Peduli Pendidikan berakhir pada pukul 08.14 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres Metro Jakarta Selatan bersama jajaran Polda Metro Jaya terus memperkuat sinergi dengan lingkungan pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
https://halodunia.net/kapolda-metro-jaya-kunjungi-sman-82-jakarta-dalam-program-polisi-peduli-pendidikan-ajak-siswa-tingkatkan-wawasan-dan-kemampuan-komunikasi/?feed_id=468014&_unique_id=6aea8f6080b29

Monday, November 2, 2026

MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Sukoharjo

MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Sukoharjo

Kompasianival
MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Mojolaban Sukoharjo
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah secara resmi menerbitkan surat pernyataan sikap bernomor 03/DP-P.XIII/PS/XI/2026 pada 2 November 2026. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Jateng Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dan Sekretaris Umum Dr. KH. Muh. Syaifudin, MA ini memuat lima poin penting guna merespons dinamika yang terjadi di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral lembaga keagamaan dalam menjaga kemaslahatan umat, kehormatan lembaga pendidikan Islam, serta kondusivitas kerukunan masyarakat di Jawa Tengah.
Lima Poin Pernyataan Sikap MUI Jawa Tengah * Penyelesaian Melalui Proses Hukum yang Transparan MUI Jawa Tengah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus Mojolaban kepada aparat penegak hukum. MUI mendorong agar proses hukum berjalan secara seimbang, cepat, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. * Penegakan Hukum Profesional dan Humanis Kepolisian diminta untuk menegakkan hukum secara profesional dan proporsional dengan mengedepankan nilai-nilai humanis serta menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan ikhlas dan jujur. MUI juga menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap oknum aparat yang terbukti melanggar hukum. * Penertiban Izin Usaha Kuliner Non-Halal MUI meminta Pemerintah Daerah setempat untuk mengambil langkah tegas dengan merespons keluhan warga, termasuk mencabut izin usaha makanan non-halal yang terbukti memicu keresahan di tengah masyarakat. * Pembinaan Lembaga Pendidikan Keagamaan oleh Kemenag Kementerian Agama (Kemenag) diimbau untuk melakukan pembinaan dan penertiban terhadap lembaga pendidikan keagamaan, seperti pesantren dan rumah tahfidz yang belum mengantongi izin operasional resmi. Selain itu, Kemenag perlu memastikan seluruh materi pembelajaran di dalamnya tetap berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan prinsip NKRI. * Seruan Menjaga Kondusivitas dan Kerukunan MUI mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Jawa Tengah agar menyikapi permasalahan ini secara arif, bijaksana, dan kepala dingin. Masyarakat diminta tidak terprovokasi serta bersama-sama menjaga ketenangan dan toleransi antarumat beragama di daerah. Menjaga Ketertiban Bersama Pernyataan sikap dari MUI Jawa Tengah ini menegaskan pentingnya penyelesaian masalah secara hukum dan prosedural tanpa mengabaikan aspek sosial kemasyarakatan. Dengan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang serta menjaga toleransi antarwarga, stabilitas dan kerukunan di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya dapat ter
https://detik.in/2026/11/03/mui-jateng-keluarkan-5-poin-pernyataan-sikap-sikapi-kasus-sukoharjo/?feed_id=252583&_unique_id=6ae9226600586

Pernyataan Resmi MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Sukoharjo

Pernyataan Resmi MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Sukoharjo

Kompasianival
MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Mojolaban Sukoharjo
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah secara resmi menerbitkan surat pernyataan sikap bernomor 03/DP-P.XIII/PS/XI/2026 pada 2 November 2026. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Jateng Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dan Sekretaris Umum Dr. KH. Muh. Syaifudin, MA ini memuat lima poin penting guna merespons dinamika yang terjadi di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral lembaga keagamaan dalam menjaga kemaslahatan umat, kehormatan lembaga pendidikan Islam, serta kondusivitas kerukunan masyarakat di Jawa Tengah.
Lima Poin Pernyataan Sikap MUI Jawa Tengah * Penyelesaian Melalui Proses Hukum yang Transparan MUI Jawa Tengah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus Mojolaban kepada aparat penegak hukum. MUI mendorong agar proses hukum berjalan secara seimbang, cepat, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. * Penegakan Hukum Profesional dan Humanis Kepolisian diminta untuk menegakkan hukum secara profesional dan proporsional dengan mengedepankan nilai-nilai humanis serta menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan ikhlas dan jujur. MUI juga menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap oknum aparat yang terbukti melanggar hukum. * Penertiban Izin Usaha Kuliner Non-Halal MUI meminta Pemerintah Daerah setempat untuk mengambil langkah tegas dengan merespons keluhan warga, termasuk mencabut izin usaha makanan non-halal yang terbukti memicu keresahan di tengah masyarakat. * Pembinaan Lembaga Pendidikan Keagamaan oleh Kemenag Kementerian Agama (Kemenag) diimbau untuk melakukan pembinaan dan penertiban terhadap lembaga pendidikan keagamaan, seperti pesantren dan rumah tahfidz yang belum mengantongi izin operasional resmi. Selain itu, Kemenag perlu memastikan seluruh materi pembelajaran di dalamnya tetap berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan prinsip NKRI. * Seruan Menjaga Kondusivitas dan Kerukunan MUI mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Jawa Tengah agar menyikapi permasalahan ini secara arif, bijaksana, dan kepala dingin. Masyarakat diminta tidak terprovokasi serta bersama-sama menjaga ketenangan dan toleransi antarumat beragama di daerah. Menjaga Ketertiban Bersama Pernyataan sikap dari MUI Jawa Tengah ini menegaskan pentingnya penyelesaian masalah secara hukum dan prosedural tanpa mengabaikan aspek sosial kemasyarakatan. Dengan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang serta menjaga toleransi antarwarga, stabilitas dan kerukunan di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya dapat ter
https://halodunia.net/pernyataan-resmi-mui-jateng-keluarkan-5-poin-pernyataan-sikap-sikapi-kasus-sukoharjo/?feed_id=466614&_unique_id=6ae90ce093ca0

MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Sukoharjo

MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Sukoharjo

Kompasianival
MUI Jateng Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap Sikapi Kasus Mojolaban Sukoharjo
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah secara resmi menerbitkan surat pernyataan sikap bernomor 03/DP-P.XIII/PS/XI/2026 pada 2 November 2026. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Jateng Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dan Sekretaris Umum Dr. KH. Muh. Syaifudin, MA ini memuat lima poin penting guna merespons dinamika yang terjadi di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral lembaga keagamaan dalam menjaga kemaslahatan umat, kehormatan lembaga pendidikan Islam, serta kondusivitas kerukunan masyarakat di Jawa Tengah.
Lima Poin Pernyataan Sikap MUI Jawa Tengah * Penyelesaian Melalui Proses Hukum yang Transparan MUI Jawa Tengah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus Mojolaban kepada aparat penegak hukum. MUI mendorong agar proses hukum berjalan secara seimbang, cepat, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. * Penegakan Hukum Profesional dan Humanis Kepolisian diminta untuk menegakkan hukum secara profesional dan proporsional dengan mengedepankan nilai-nilai humanis serta menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan ikhlas dan jujur. MUI juga menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap oknum aparat yang terbukti melanggar hukum. * Penertiban Izin Usaha Kuliner Non-Halal MUI meminta Pemerintah Daerah setempat untuk mengambil langkah tegas dengan merespons keluhan warga, termasuk mencabut izin usaha makanan non-halal yang terbukti memicu keresahan di tengah masyarakat. * Pembinaan Lembaga Pendidikan Keagamaan oleh Kemenag Kementerian Agama (Kemenag) diimbau untuk melakukan pembinaan dan penertiban terhadap lembaga pendidikan keagamaan, seperti pesantren dan rumah tahfidz yang belum mengantongi izin operasional resmi. Selain itu, Kemenag perlu memastikan seluruh materi pembelajaran di dalamnya tetap berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan prinsip NKRI. * Seruan Menjaga Kondusivitas dan Kerukunan MUI mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Jawa Tengah agar menyikapi permasalahan ini secara arif, bijaksana, dan kepala dingin. Masyarakat diminta tidak terprovokasi serta bersama-sama menjaga ketenangan dan toleransi antarumat beragama di daerah. Menjaga Ketertiban Bersama Pernyataan sikap dari MUI Jawa Tengah ini menegaskan pentingnya penyelesaian masalah secara hukum dan prosedural tanpa mengabaikan aspek sosial kemasyarakatan. Dengan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang serta menjaga toleransi antarwarga, stabilitas dan kerukunan di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya dapat ter
https://halodunia.net/mui-jateng-keluarkan-5-poin-pernyataan-sikap-sikapi-kasus-sukoharjo/?feed_id=466214&_unique_id=6ae90579b4722

Sunday, November 1, 2026

Polres Kepulauan Seribu Bedah Rumah Warga Pulau Untung Jawa, Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat

Polres Kepulauan Seribu Bedah Rumah Warga Pulau Untung Jawa, Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat

  ​KEPULAUAN SERIBU — Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Seribu menggelar aksi sosial program Bedah Rumah bagi warga kurang mampu di wilayah pesisir. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., bertempat di RT 001/RW 003, Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Jumat (30/10/2026) sore. ​Program bedah rumah kali ini menyasar kediaman Ibu Faridah, seorang warga lokal yang kondisi tempat tinggalnya membutuhkan renovasi mendasar agar layak dan aman untuk dihuni. ​Turut hadir mendampingi Kapolres dalam kegiatan tersebut antara lain Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Polairud, Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan, Lurah Pulau Untung Jawa, Bhabinkamtibmas, serta dibantu personel Polsek, petugas Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) setempat. ​Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan paket sembako serta bantuan dana pembangunan rumah secara simbolis dari Kapolres Kepulauan Seribu kepada Ibu Faridah. Selanjutnya, Kapolres bersama jajaran PJU dan tim gabungan lintas instansi secara simbolis merubuhkan bagian awal bangunan rumah untuk memulai proses rekonstruksi total. ​Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa kegiatan bedah rumah ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk selalu dekat, peduli, dan hadir memberikan solusi atas kesulitan masyarakat di wilayah hukum Kepulauan Seribu. ​"Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya fokus pada pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum, tetapi juga merangkul sisi kemanusiaan. Gotong royong bedah rumah untuk Ibu Faridah ini adalah bentuk sinergi kami bersama pemerintah kelurahan dan warga agar saudara kita dapat memiliki hunian yang lebih layak," ujar AKBP Wikha. ​Proses pembangunan rumah Ibu Faridah akan terus dikawal secara bergotong-royong hingga selesai dan siap dihuni kembali. Seluruh rangkaian kegiatan peresmian awal bedah rumah di Pulau Untung Jawa berlangsung lancar, tertib, serta penuh suasana kehangatan dan kekeluargaan. https://halodunia.net/polres-kepulauan-seribu-bedah-rumah-warga-pulau-untung-jawa-wujud-kepedulian-polri-kepada-masyarakat-4/?feed_id=463414&_unique_id=6ae773a8c2b65